Buletin10.id – Jombang – Program Jombang Berkadang atau Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing merupakan implementasi Visi dan Misi dari mantan Bupati dan Wakil Bupati Jombang terpilih Mundjidah Wahab dan Sumrambah periode 2018-2023. Program Berkadang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Jombang Tahun 2018-2023 dan telah menjadi “Ruh” program pembangunan dari kedua pemimpin Jombang yang baru saja purna tugas 24 September 2023 lalu. Program Berkadang di-design untuk mengantarkan seluruh proses program Pembangunan di Kabupaten Jombang, agar efektif, efisien dan berdaya guna bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Agung Hariadi mengungkapkan, Program Jombang Berkadang telah diimplementasikan ke Desa-Desa di seluruh wilayah Kabupaten Jombang sejak proses Perencanaan Tahun 2019 lalu dan dilanjutkan hingga tutup Tahun Anggaran 2023.
Mantan Inspektur Pembantu (Irban) Bidang Pembangunan Inspektorat Jombang ini merinci, evaluasi Program Jombang Berkadang telah dilakukan dengan menggunakan Metode Self Assesment (SA) dan menggunakan pengumpulan data melalui hasil Focus Group Discussion (FGD) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pendamping di Tingkat Kabupaten Jombang. Kemudian juga didukung hasil tanggapan dari berbagai unsur di tingkat Kecamatan dan Desa.
Agung menambahkan, program Jombang Berkadang juga selaras dengan instruksi Presiden Jokowi kepada seluruh jajaran Kementerian teknis lingkup pemerintah pusat dan Dinas Teknis di daerah-daerah. Dimana setiap jajaran selalu berkoordinasi dalam rangka memastikan target pemerintah pada tahun 2024 untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim dan pengentasan stunting bisa tercapai.
“Bapak Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan untuk mendorong penggunaan anggaran belanja negara, termasuk di Dinas Perkim berfokus pada program unggulan pemerintah. Seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrim, maupun program-program lainnya,” papar Agung.
Atau dengan kata lain, kata Agung, program Jombang Berkadang tersebut sejalan dan seirama dengan target pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrim mencapai nol persen dan pengentasan stunting sebesar 14 persen dapat tercapai pada tahun 2024 mendatang.
“Presiden Jokowi saat penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPP Tahun 2022 dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) Tahun 2022 di Istana Negara pada tanggal 26 Juni 2023, menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk terlibat dalam mengatasi kemiskinan ekstrim dan stunting,” urainya.
Wal hasil, kini sudah terlihat dampak positifnya menjelang tutup tahun anggaran 2023 ini. Semua pihak telah menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada implementasi program Jombang Berkadang. Alasannya, Program Jombang Berkadang benar-benar dapat menjawab permasalahan masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh Program Perencanaan Umum Kabupaten Jombang.

Data terkini, jelas Agung, Pemkab Jombang pada tahun anggaran 2023 telah mengalokasikan dana program Berkadang sebesar Rp.6.750.000.000,- (Enam Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan sarana mandi cuci kakus (MCK). Pembangunan sarana MCK tersebut sebagai upaya untuk mendorong terciptanya sanitasi lingkungan yang sehat. Jombang Berkadang ini tersebar di sejumlah desa di Wilayah Kabupaten Jombang. Salah satu wilayah penerima bantuan Program Berkadang adalah Kecamatan Gudo yang akan dibangunkan MCK.
Pembangunan MCK dalam Program Jombang Berkadang ini, papar Agung, sebagai salah satu wujud nyata perhatian Pemkab Jombang. Tujuannya jelas. Yakni untuk mendukung wilayah Kabupaten Jombang menjadi daerah berstatus Open Defecation Free (ODF) tahun 2023 ini. Atau bisa dimaknai sebagai daerah yang bebas dari kebiasaan buruk buang air besar sembarangan.
Alumnus Teknik Sipil ITS ini mengatakan, alokasi dana Program Berkadang untuk pembangunan MCK sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) per unit. “Angka tersebut meliputi bangunan berupa bilik kamar mandi, kakus/ toilet dan tangki septik (Septic Tank) yang telah memenuhi standart Kementerian PUPR,” pungkasnya.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Utilitas Umum Dinas Perkim Jombang, Sri Rahayu membeberkan, target realistis dari pembangunan MCK ini, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Jombang. Yaitu berupa sanitasi yang layak. Kelayakan sanitasi warga, lanjut Kabid yang biasa dipanggil Yayuk ini, tentu akan berimbas pada kualitas hidup warga desa semakin membaik.
Selain itu, Yayuk berharap setelah pembangunan MCK tuntas, masyarakat yang mendapatkan bantuan program pembangunan MCK ini dapat berpartisipasi dengan menjaga kebersihannya.
“Sehingga kenyamanan menggunakan fasilitas MCK ini bisa terjaga dan masyarakat tidak lagi buang air besar di sungai atau tempat sembarangan,” pungkas alumnus S-1 Prodi Teknik Pengairan (Sumber Daya Air) Universitas Brawijaya Malang.(Sal)












