buletin10.id- Jombang – Pemkab Jombang melalui
Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) setempat, konsisten mengupayakan pembangunan sub sistem pengolahan limbah air domestik. Tujuannya untuk mendukung pengukuhan Kabupaten Jombang sebagai Kabupaten ODF (Open Defecation Free). Apalagi dengan terbitnya Perbup Nomor 26 Tahun 2023 tentang Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan. Sehingga konsekuensinya, Dinas Perkim Jombang melakukan pembangunan infrastruktur berupa MCK Individual yang memenuhi persyaratan teknis bagi masyarakat.
Perlu diketahui, saat ini akses sanitasi tersebut menjadi salah satu target RPJMD Kabupaten Jombang tahun 2024. Rinciannya sebagai berikut : Akses aman : 17,4%, Akses layak : 100%, Akses belum layak : 0% dan Buang Air Besar : 0%
Untuk memenuhi target RPJMD Jombang tahun 2024 tersebut, Dinas Perkim Jombang melalui Bidang Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSUU) pada tahun anggaran 2024 ini telah melaksanakan salah satu program untuk mencapai target 100% akses sanitasi. Wujud kinerjanya yakni berupa kegiatan pembangunan infrastruktur MCK Individu. MCK yang sudah dibangun sekaligus dengan tangki septik tentunya harus memenuhi standart sanitasi layak (tangki septik kedap).
Hal menarik dari program yang bersumber dari anggaran APBD Kabupaten Jombang Tahun 2024 ini, yaitu memiliki sasaran masyarakat individu. Yakni dengan target prioritas percepatan penurunan kasus stunting dan kemiskinan ekstrim. Khusus untuk kegiatan pembangunan MCK ini dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). KSM tersebut tersebar di 9 desa. Ke-9 desa tersebut langsung dikelola oleh 9 KSM masing-masing desa. Rinciannya,
KSM Menganto membangun 5 MCK, KSM Kedungrejo Sehat 30 unit, KSM Seketi Sehat 20 unit, KSM Katemas Sehat 30 unit, KSM Bakalanrayung sehat 11 unit, KSM Jatimlerek Makmur 30 unit, KSM Gabus Makmur 30 unit, KSM Ngampel Berseri 14 unit, KSM Gebangbunder Sehat 30 unit. Sehingga total terbangun 200 MCK dan septic tank.
“Tentunya dengan harapan masyarakat dapat memiliki kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kebersihan fasilitas yang dibangun sendiri,” terang Kepala Dinas Perkim Jombang Agung Hariadi didampingi
Yayuk Sri Rahayu Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSUU), saat di ruang kerjanya.
Mantan Inspektur Pembantu (Irban) Bidang Pembangunan Inspektorat Jombang ini menerangkan, nilai total pekerjaan yang dilaksanakan yakni sebesar Rp. 805.000.000,- dengan target capaian sebanyak 200 unit.
“Dengan dana pembangunan masing-masing sebesar Rp. 4.000.000,- per unit. Angka tersebut meliputi rincian bangunan berupa bilik, kakus/ toilet dan tangki septik. Sampai dengan saat ini kemajuan pekerjaan sudah selesai 100%,” tandas Agung.
Dengan adanya pemenuhan kebutuhan dasar warga berupa sanitasi yang layak tersebut, terang Agung, tentu akan berimbas pada kualitas hidup warga yang semakin baik. Diharapkan dengan mengoptimalkan infrastruktur yang sudah terbangun ini maka kebijakan menuju akses aman dari akses layak ini dapat terwujud pada tahun 2030.
“Dan Alhamdulillah ya target pekerjaan pembangunan 200 unit MCK ini selesai sesuai target yang diharapkan tuntas seluruhnya pada akhir Juli 2024 mendatang,” pungkas alumnus S-1 jurusan Teknik Sipil ITS Surabaya dan S-2 Universitas Merdeka Malang. (sal)












