Buletin10.id – Jombang – Proyek Perbaikan dan pembangunan (rekonstruksi) jalan tahun 2023 ini “getol” dilakukan Pemkab Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. Salah satunya rekonstruksi jalan rigid (beton) di ruas jalan Dusun Kasemen Desa tanggungan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang yang kini telah tuntas 100% dan bisa dilintasi.
Memasuki bulan Oktober 2023, proyek rekonstruksi jalan Kasemen – Gudo dengan pelaksana proyek PT Aston Jaya Mix dan konsultan CV Media Prima, sudah bisa dilewati berbagai kendaraan yang melintas di perbatasan Kabupaten Jombang dengan wilayah Kediri.
Adapun Sumber dana proyek tersebut berasal dari APBD TA 2023 dengan nilai anggaran Rp. 1.666.013.100,- dari nilai HPS Rp. 2.082.516.376,-. Sedangkan pekerjaan proyek dimulai sejak Mei 2023 dan berlangsung selama 4 bulan atau 120 hari kalender, dan berakhir tepat waktu sesuai schedule pada 30 Agustus 2023 lalu.
Menurut Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, didampingi Kabid Bina Marga, Agung Setiadji, usai “pematangan cor” selama 3 pekan di bulan September pasca penyelesaian proyek 100%, pihak Dinas PUPR Jombang langsung melanjutkan dengan pekerjaan perkerasan Jalan Rigid (Beton).
Rinciannya, jelas Bayu, meliputi seluruh ruas jalan dengan komposisi panjang 427 meter dan lebar 8 meter. Sedangkan pekerjaan perkerasan jalan (Aspal), memiliki dimensi panjang 82,5 meter dan lebar 8 meter.
Bayu mengungkapkan, khusus ruas jalan Gudo-Kasemen termasuk klasifikasi jalan kelas III. Sebagai komparasi (pembanding-red), Bayu menyebut untuk klasifikasi Jalan kelas IIIC adalah jalan lokasi yang dapat dilalui kendaraan bermotor.

“Termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, dengan ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan sumbu muatan terberat yang diizinkan melintasi maksimal dengan beban tonase 8 ton,” sahut Agung yang ada di sisi Bayu.
Bayu menambahkan, untuk pekerjaan infrastruktur pengaspalan Hotmix dilaksanakan tepat pada sambungan antara pekerjaan jalan rigid (beton) dengan existing jalan lama.
“Pengaspalan hotmix tersebut sebagai finishing. Supaya sambungan antara jalan cor dengan aspal lama, bisa “smooth” atau mulus, nyaman, aman dan “enjoy” untuk dilintasi berbagai jenis kendaraan,” pungkas Bayu.(Sal)












