Buletin10.id – JOMBANG– SMP Negeri 2 Ngoro resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah untuk tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini dirancang khusus untuk menyambut para siswa baru dengan suasana yang menyenangkan, edukatif, dan jauh dari kesan menakutkan.
Langkah ini menjadi gerbang awal sekolah dalam mengimplementasikan visi besar mereka, yaitu menumbuhkan karakter siswa, penguasaan teknologi, dan wawasan lingkungan.
Kepala Sekolah SMPN 2 Ngoro, Heni Wahyudi, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mengacu ketat pada regulasi resmi, termasuk Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Pihak sekolah menjamin pelaksanaan MPLS tahun ini bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan (bullying).
“Fokus kami adalah menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman. MPLS Ramah ini dirancang untuk mengenalkan lingkungan sekolah, kurikulum, serta mengidentifikasi potensi, bakat, dan minat unik dari masing-masing calon siswa,” ujar Heni saat diwawancarai, Selasa (14/7/2026).
Heni Wahyudi berpesan agar siswa baru tidak hanya mengejar kemampuan akademik (kognitif) semata, melainkan juga memperkuat karakter. Sebagai langkah nyata, SMPN 2 Ngoro menerapkan program unggulan sehari-hari berupa pembudayaan Kata-Kata Ajaib.
Seluruh warga sekolah dibiasakan secara aktif untuk menerapkan empat kata santun dalam berinteraksi:
Tolong saat membutuhkan bantuan.
Permisi saat lewat atau meminta perhatian.
Terima Kasih sebagai bentuk apresiasi.
Mohon Maaf saat melakukan kesalahan.
“Meskipun pembiasaan ini terlihat sederhana, efek nyata yang ditimbulkan bagi iklim dan kenyamanan lingkungan pendidikan di sekolah sangat luar biasa,” jelas Heni.
Program ini diproyeksikan akan terus dikembangkan menjadi bagian dari branding sekolah selama satu tahun ke depan.
Pada tahun ajaran ini, sekolah yang terletak di perbatasan Kabupaten Jombang dan Kediri tersebut menerima total 288 siswa baru. Seluruh siswa terbagi ke dalam 9 Rombongan Belajar (Rombel), dengan rincian daya tampung 32 siswa per kelas.
Komposisi siswa baru tahun ini terdiri dari 142 siswi perempuan dan 146 siswa laki-laki. Para peserta didik baru tersebut berasal dari lulusan SD dan MI, baik yang berdomisili di wilayah Kabupaten Jombang maupun kawasan perbatasan.
Senada dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Ngoro, Eko Pranoto Budi, menambahkan bahwa materi MPLS disusun berdasarkan petunjuk teknis (juknis) resmi dari Kementerian Pendidikan, Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Dinas Pendidikan setempat.
“Kami memastikan tidak ada kegiatan yang membuat siswa merasa takut. Di hari pertama, fokus kami adalah membuat anak-anak benar-benar menikmati lingkungan sekolah baru mereka,” kata Eko.
Mengingat tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja, SMPN 2 Ngoro memberikan perhatian khusus pada beberapa materi krusial:
Etika Digital: Siswa baru diajarkan tata cara dan sopan santun dalam berkomunikasi di dunia maya agar bijak bermedia sosial.
Sosialisasi Anti-Narkoba: Sekolah menggandeng pihak kepolisian untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba (Napza).
Pencegahan Kekerasan (Anti-Bullying): Melalui materi Wawasan Wiyata Mandala, Aku dan Sekolahku, serta Aku dan Sekitarku, siswa ditanamkan nilai-nilai toleransi.
“Kami ingin anak-anak saling menghargai tanpa memandang perbedaan agama, status sosial, maupun fisik. Pembekalan ini penting agar menjadi benteng bagi mereka di masa depan,” tegas Eko.
Pihak sekolah berharap MPLS Ramah ini dapat memicu perubahan sikap yang positif pada siswa saat bertransisi dari jenjang SD ke SMP. Sekolah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mengembangkan setiap bakat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Untuk mewujudkannya, kepala sekolah dan waka kesiswaan kompak meminta kerja sama yang kuat dari para orang tua atau wali murid.
“Sekolah ini adalah milik bersama. Perubahan itu pasti terjadi dan tantangan di tingkat SMP akan lebih kompleks. Kami meminta wali murid untuk aktif berkomunikasi dengan kami agar jika ada masalah, kita bisa mendeteksi dan menyelesaikannya lebih dini,” pungkas Eko. (Sal)












