Buletin10.id – Jombang – Jajaran Pemerintahan Desa (Pemdes) di Kabupaten Jombang akhir-akhir ini sedang tidak baik-baik saja. Seorang oknum yang mengaku sebagai jurnalis bernama Yudi dari media “Pojok Nasional” diduga melakukan aksi teror dan intimidasi terhadap ratusan kepala desa (Kades) di 21 Kecamatan. Tak tanggung-tanggung, sasarannya mencakup 302 desa dan 4 kelurahan yang tersebar di 21 kecamatan wilayah Kabupaten Jombang.
Berdasarkan hasil investigasi, Yudi menggunakan pola “klasik” namun agresif: mengirim pesan singkat via WhatsApp (WA), melontarkan tuduhan terkait Dana Desa (DD) atau BUMDes tahun 2025 lalu. Selanjutnya bisa ditebak, yakni mengancam akan menayangkan berita miring jika permintaannya tidak digubris.
Modus Operandi: “Kalau Gak Direspon, Berita Akan Saya Naikkan!”
Aksi “gerilya” Yudi terendus di beberapa kecamatan dengan pola yang identik. Salah satu korbannya adalah Kades Brangkal kecamatan Bandarkedungmulyo, bernama Sun’an. Ia menerima pesan bernada ancaman dari nomor handphone 0889-9197-XXXX yang berisi kalimat dengan nada bernuansa intimidatif.
”Ijin konfirmasi DD 2025. Kalau gak direspon saya naikkan,” tulis Yudi dalam pesan WA tersebut.
Benar saja, saat tak mendapat respon dari kades ataunperangkat desa, Yudi langsung menayangkan berita sepihak di medianya. Tak berhenti di situ daja, Yudi kembali meneror Kades lainnya dengan mengirimkan tembusan surat dari sebuah LSM berinisial JCA kepada Kejari Jombang guna menambah tekanan psikologis kepada narasumber.
Menyasar Perangkat Desa hingga Camat
Perkembangan terkini, sasaran tembak Yudi ternyata bukan hanya Kades saja, namun juga Sekretaris Desa (Sekdes) Brambang kecamatan Diwek juga ikut jadi sasaran “manuvernya”.
Dengan dalih memiliki info “tidak enak” soal penyertaan modal BUMDes sebesar Rp164 juta, Yudi mencoba “masuk” melalui perangkat desa, setelah upaya “pressure” kepada sang Kades tidak digubris.
Hal serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Gudo. Kades Sepanyul, Dedy mengungkapkan bahwa seluruh Kades di wilayah kecamatan Gudo hingga Camat, tidak luput dari sasaran tembak melalui WhatsApp sang oknum yang mengaku wartawan online tersebut. Ironisnya, Yudi bahkan kerap memposisikan dirinya seolah pakar audit keuangan dengan mengaku sebagai mantan konsultan proyek swasta untuk menakut-nakuti desa terkait kelebihan bayar proyek fisik.
Siapakah Sebenarnya Yudi Tersebut?
Hasil penelusuran tim investigasi menemukan fakta mengejutkan:
Identitas Misterius: Nama “Yudi” tidak tercantum dalam boks redaksi media Pojok Nasional.
Bukan Warga Lokal: Ia mengaku berasal dari Surabaya, bukan warga Jombang.
Yudi Bungkam Saat Dikonfirmasi Melalui Nomor HP-nya
Ironisnya, ketika balik dikonfirmasi secara resmi melalui surat tugas Pimred, Yudi tidak memberikan respons dalam tempo 1×24 jam.
Hingga saat ini, laporan serupa dari sejumlah Kades dan Perangkat Desa telah masuk dari 6 wilayah kecamatan. Rinciannya, kecamatan Gudo, Mojoagung, Mojowarno, Diwek, Perak, dan Bandar Kedungmulyo. Hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) bahkan telah mengantongi sedikitnya 15 tangkapan layar WA (screenshot) dan rekaman suara sebagai bukti dugaan praktik pemerasan tersebut.
PKDI Jombang: “Lawan, Jangan Mau Diinjak-injak!”
Menanggapi fenomena dugaan pemerasan oleh oknum yang mengaku wartawan online tersebut, Ketua DPC Perkumpulan Komunikasi Desa Indonesia (PKDI) Jombang, Supono meradang. Ia menginstruksikan seluruh Kepala Desa dan perangkatnya untuk segera merapatkan barisan dan tidak gentar menghadapi intimidasi.
”Ketika ada oknum yang memanfaatkan media untuk melakukan pemerasan, ya kita lakukan perlawanan! Kalau kita tidak berani melawan, kita justru akan diinjak-injak,” tegas Supono kepada sejumlah awak media, Jumat (24/04/2026).
Untuk itu, Supono menyarankan kepada para Kades agar mengabaikan pesan dari sumber yang tidak jelas. Jika oknum yang mengaku wartawan online tersebut berani datang dan meminta uang, ia meminta para Kades untuk segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian demi menjaga kondusifitas wilayah di kabupaten Jombang. (Kr)












