Tim Medis RSUD Jombang Beri Inovasi dan Edukasi Fisioterapi Penyakit Degeneratif Tidak Menular dan Ajak Pasien Lansia Menari Remik

Buletin10Jombang – Tim Dokter dan Paramedis Rehabilitasi di bawah koordinasi tenaga Fisioterapi, Umi Hanik Mardiyana, S.Kes mengajak pengunjung, masyarakat, pasien lansia yang datang berobat di RSUD Jombang untuk ikut serta dalam latihan aktif bergerak, dengan menari remik.

Latihan menari itu merupakan upaya sosialisasi yang bertujuan memberikan edukasi tentang sikap dan kebiasaan yang baik dan benar dalam bekerja ataupun kehidupan sehari – hari berguna mencegah atau meminimalkan terjadinya penyakit degeneratif tidak menular.

Latihan itu diberikan kepada pasien, lansia dan masyarakat pengunjung di ruang tunggu pasien poli rawat jalan dan Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Jombang.

Menurut Umi Hanik Mardiyana, latihan tari remik merupakan suatu latihan dan gerak fisik yang mudah dilakukan dan mudah diingat, dan merupakan solusi meringankan problem atau masalah yang dialami oleh pasien, lansia untuk meningkatkan kualitas kesehatannya.

“Fisioterapi bisa menggunakan leafled, gambar dan video disertai musik untuk ditonton sehingga memudahkan pasien, para lansia dan keluarganya untuk mengikuti, menirukan, melakukan sendiri di rumah,” urainya.

Dalam penyampainnya pada Rabu (03/04/2024) siang, Umi mengungkapkan, latar belakang munculnya inovasi ini karena beberapa masalah. Diantaranya yaitu Meningkatnya angka penyakit tidak menular, penyakit degeneratif dan muskuloskeletal di masyarakat, yang ke-dua Meningkatnya ketergantungan/pemakaian konsumsi obat – obatan pada pasien dan lansia di masyarakat. Yang ke-tiga ada Banyaknya pasien membuat panjangnya antrian dan waktu tunggu yang lama dapat menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan kesehatan sedangkan jumlah SDM medis yang terbatas namun jenis layanan dan tuntutan parameter mutu layanan terus bertambah.

“Kesembuhan membutuhkan waktu lama bila hanya menggunakan terapi obat dan alat elektroterapi. Kurangnya pemahaman tentang sikap dan kebiasaan yang baik dan benar dalam bekerja dan beraktifitas sehari-hari, juga menjadi dasar munculnya inovasi,” paparnya.

Tujuan dari inovasi pendidikan ini, lanjut Umi, adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kebiasaan yang benar dan sehat, berpartisipasi aktif dalam gerakan-gerakan yang bermanfaat.
Dan memberikan layanan terapi fisik bagi pasien dan lansia dengan keterbatasan mobilitas dan fungsi dalam aktivitas sehari-hari.

Selain meningkatkan kapasitas fisik dan kemandirian, dengan senam yang dilakukan secara teratur dan di bawah pengawasan tenaga medis, juga terjadi penurunan gangguan mobilitas dan aktivitas pada pasien dan perawat lansia dengan memberikan program latihan senam yang disesuaikan dengan kondisinya.

“Hasilnya tentu saja berkurangnya jumlah penyakit tidak menular di masyarakat,” jelasnya.

Bila memerlukan saran medis atau pengobatan agar lansia bisa sembuh, imbuh Umi, disarankan untuk datang ke Klinik Rehabilitasi RSUD Jombang, dengan durasi jam pelayanan buka Senin s/d Jumat Lima, Pukul 07.30 s/d 14.30 WIB, Jumat 7 :30 pagi hingga 14:00 WIB.

Adapun jenis kegiatan yang akan dilakukan tim rehabilitasi dengan didukung oleh dokter spesialis dr. Agustina Mufidah,Sp,KFR antara lain Fisioterapi (terapi dengan modalitas fisik, elektroterapi, terapi olahraga), Terapi okupasi (terapi fungsional dan okupasi), Terapi wicara, Orthotics (Ganti alat dan Alat gerak). (Sal)

Penulis: SalsaEditor: Salsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *