Buletin10.id – Jombang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang terus meningkatkan kualitas infrastruktur sejumlah kecamatan. Selain getol meningkatkan kualitas infrastuktur jalan, Dinas PUPR Jombang juga menangani sejumlah jembatan yang rusak dan tidak layak.
Tercatat ada lima lokasi jembatan yang tersebar di lima kecamatan yang telah tuntas pengerjaannya.
Rinciannya, Jembatan ruas Bareng – Wonosalam dengan nilai proyek Rp.485.033.023,-. Dengan pelaksana CV. Karya Prima Nusantara dikerjakan selama 90 hari kalender sejak tanggal 3 Mei 2023.
Kedua rehabilitasi jembatan ruas Sawiji – Alang-Alang Caruban kecamatan Jogoroto dengan nilai anggaran sebesar Rp.1.219.909.364,-. Pelaksana proyek CV. Hikma Karya dikerjakan selama 120 hari kalender mulai tanggal 3 Mei 2023.
Ketiga Jembatan ruas Sugihwaras – Kertorejo kecamatan Ngoro. Nilai proyek sebesar Rp.938.469.583,-. Pelaksana proyek CV. Karya Prima Nusantara dilaksanakan selama 120 hari kalender mulai tanggal 3 Mei 2023.
Keempat rehabilitasi jembatan ruas Bulurejo – Gajah kecamatan Ngoro. Nilai anggarannya sebesar Rp.1.302.312.740,- dimenangkan CV. Randumas Multi Konstruksi dan dilaksanakan mulai tanggal 5 Mei 2023 selama 120 hari kalender.

Kelima rehabilitasi jembatan ruas Kwaron – Watugaluh kecamatan Diwek. Tender dimenangkan CV
Randumas Multi Konstruksi senilai Rp.415.582.461. Proyek dilaksanakan selama 120 hari kalender mulai tanggal 20 Juli 2023.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, tahun ini sedikitnya lima dari 6 (enam) paket rehabilitasi jembatan tuntas dilaksanakan. Hanya proyek rehabilitasi jembatan ruas pojok klitih – tondowesi saja yang belum selesai dan akan tuntas akhir Desember 2023 nanti.
“Seluruh proyek rehabilitasi jembatan ada enam paket ya. Untuk lima paket sudah selesai dan ada serah-terima lima proyek jembatan. Untuk jembatan pojok klitih – tondowesi masih pengerjaan,” urai Bayu.
Bayu menambahkan, perbaikan jembatan antar desa dan kecamatan tersebut, karena sebelumnya ada aduan masyarakat. Kebetulan saat ditinjau, kondisinya memang rusak dan tak layak,. jalan berlubang, aspal retak-retak dan berbahaya jika dilalui kendaraan.
”seluruh jembatan yang lama, kami bongkar dan direhab dengan konstruksi baru,” imbuh Agung Setiadji, Kabid Bina Marga menambahi keterangan Bayu.
Bayu menjelaskan, selain dibangun dengan konstruksi baru, permukaan jembatan tak luput dari upaya pelebaran. Sebab, seluruh jembatan yang direhabilitasi memiliki lebar yang tidak sama dengan jalan.
”Salah satu contohnya Jembatan di ruas Bareng-Wonosalam ya kita lebarkan. Jika awalnya memiliki lebar l3,5 meter kita lebarkan sekarang menjadi 6 meter,” urai Bayu.
Perbaikan dengan kondisi nyaris serupa tersebut, juga dilakukan pada jembatan di ruas desa Pojok klitih-Tondowesi kecamatan Plandaan.
”Kondisi jembatan pojok klitih terputus dan posisi jembatan sudah patah. Insha Allah penghujung Desember sudah selesai proyeknya sesuai dengan target kami di Bidang Bina Marga menyelesaikan enam jembatan,” beber Bayu.
Khusus untuk jembatan ruas pojok klitih- Tondowesi, tahun 2023 ini jembatan tersebut secara teknis menjalani penanganan yang berbeda dengan jembatan lainnya. Sebab, tak lagi menggunakan konstruksi beton. Namun jembatan komposit. Yakni ada perpaduan konstruksi menggunakan baja dan beton.
Alumnus pasca sarjana ITN Malang Manajemen Konstruksi ini menegaskan, Dinas PUPR Jombang selalu berkomitmen dalam monitoring (pengawasan) pekerjaan proyek di lapangan. Sehingga Bayu optimistis seluruh pekerjaan proyek rehabilitasi jembatan bisa tuntas on schedule atau tepat waktu.
”Saya atas nama Dinas PUPR mohon maaf sebesar-besarnya kepada warga sekitar proyek apabila merasa kurang nyaman dan aktifitasnya terganggu. Karena adanya rehabilitasi total jembatan. Tapi, setelah proyek selesai, arus lalu-lintas dan aktifitas perekonomian warga kami jamin akan normal dan lebih lancar karena jembatan lebih lebar dan tidak ada kerusakan lagi,” pungkasnya.
(Sal)












